Isi Ramadhan, Disdikbud Prabumulih Gelar Majelis Duha Setiap Jumat
2 mins read

Isi Ramadhan, Disdikbud Prabumulih Gelar Majelis Duha Setiap Jumat

PRABUMULIH, DISDIKBUD — Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, rahmat dan maghfiroh. Bulan istimewa ini sangat dinantikan setiap muslim untuk memperbanyak ibadah dan amalan saleh

Memanfaatkan momentum Ramadhan 1445 H ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Prabumulih menggelar Majelis Duha sebagai sarana meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah SWT.

Sekretaris Dinas (Sekdin) Pendidikan dan Kebudayaan, Pedro Santoso. AB, S.Pd., M.Si menuturkan bahwa kegiatan tersebut sebagai refleksi bentuk syukur atas limpahan rahmat dan hidayah serta kesehatan dari Allah SWT.

“Alhamdulillah kita sudah masuk hari puasa yang ke 11. Artinya sepuluh pertama telah kita lewati, Insya Allah kita mampu melewati hari sepuluh yang kedua ini hingga fase hari sepuluh berikutnya,” ucapnya, Jumat (22/3/2024).

Dikesempatan itu Sekdin berharap, keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih selalu diberi kekuatan, kesehatan dan kekompakkan menjalankan seluruh rangkaian ibadah baik yang wajib maupun yang sunah selama bulan Ramadhan.

“Kita berdoa, semoga kita selalu diberi kekuatan, kekompakkan dan disiplin bersama sama. Meskipun ini situasinya bulan Ramadhan mudah mudahan kita juga dapat melaksanakan tugas sebagaimana mestinya,” katanya.

Usai sambutan, kegiatan diisi dengan Majelis Duha melalui Tausyiah agama seputar Khikmah Ramadhan oleh Ustadz M. Mufid, M.Pdi

Mengawali tausyiahnya, Ustadz M Mufid. rmengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak shalawat sebagai sanjungan kemuliaan kepada Nabi Muhammad SAW

“Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali kata Rosulullah, maka Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali. Allah SWT akan angkat 10 derajat kemuliaan, menuliskan baginya sepuluh kebaikan, dan menghapuskan dari dirinya sepuluh keburukan,”

Dalam Tausyiahnya, Ustadz M Mufid mengingatkan agar orang tua mampu membesarkan dan mendidik putra putri dengan baik agar tumbuh kuat dan mandiri, Jangan sampai meninggalkan keturunan atau generasi yang lemah.

walyakhsyalladzina lau taraku min khalfihim dzurriyyatan dli‘afan khafu ‘alaihim falyattaqullâha walyaqulu qaulan sadida

Artinya : Dan Hendaklah kalian khawatir terhadap generasi setelah kalian, Jika mereka meninggalkan generasi yang lemah.

Dijelaskannya, makna Dzurriyatan dhi’afan (keturunan yang lemah), yakni janganlah meninggalkan anak-anak atau keluarga yang lemah terutama tentang kesejahteraan hidup mereka di kemudian hari. Maka didiklah mereka dengan ilmu keduniawian dan ilmu akhirat.

Rabbana, atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina adzaban nar.

Artinya: Ya Allah, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. dan Lindungilah kami dari siksa neraka.

Barang siapa menginginkan kebahagiaan didunia dan akherat maka haruslah memiliki ilmu. Jadi didiklah mereka jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah dibidang akidah, Ibadah, ilmu dan bidang ekonomi.

Untuk itu yang paling banyak berperan adalah Dinas Pendidikan, karena untuk menyelamatkan generasi bangsa agar mereka tidak lemah secara akidah, tidak lemah secara ilmu dan ibadah itu bisa melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Prabumulih. (Ard kebud/ Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *